Ditrinews.com – Semifinal Piala FA atau FA Cup 2025-2026 mempertemukan Manchester City vs Southampton yang berlangsung Stadion Wembley, London, pada Sabtu (25/04/2026) malam WIB. The Citizens cetak sejarah karena mampu mencapai final Piala FA empat kali beruntun.
Laga Manchester City vs Southampton berakhir dengan skor 2-1. Dengan hasil ini, Manchester City lolos ke finasl Piala FA, dan tinggal menunggu lawan, yaitu pemenang laga semifinal lainnya antara Chelsea vs Leeds United yang akan digelar pada Minggu (26/04/2026) malam WIB.
Pertandingan berlangsung sengit dan seru sejak menit pertama. Manchester City tampil menekan sejak awal. Namun, kesulitan membongkar lini pertahanan Southampton. Beberapa peluang emas yang dimiliki tak mampu berbuah menjadi gol. Hingga turun minum skor tetap kacamata atau 0-0.
Memasuki babak kedua, Manchester City mencoba kembali menekan, tetapi belum menghasilkan gol pembuka. Southampton malah mencetak gol indah dan mengejutkan Manchester City pada menit ke-79 lewat pemain Finn Azaz yang melakukan tembakan dari luar kotak penalti usai memanfaatkan umpan Kuryu Matsuki. Skor 0-1 untuk keunggulan Southampton.
Manchester City membuat gol penyeimbang tiga menit berselang atau pada menit ke-82 lewat pemain Jeremy Doku. Menerima bola dari Tijani Reijnders, Doku melepaskan tembakan dari luar kota penalti. Bola sempat membentur pemain Southampton, lalu masuk ke gawang lawan. Skor menjadi 1-1.
Dengan menunjukkan mental juara yang mereka miliki, Manchester City berbalik unggul pada menit ke-87. Kali ini giliran Nico Gonzalez yang mencatatkan namanya di papan skor. Usai mendapat bola dari Doku, Gonzalez melepaskan tembakan jarak jauh yang meluncur deras ke gawang Southampton. Skor berubah 2-1 untuk keunggulan The Citizens.
Di sisa waktu yang ada, baik Manchester City maupun Southampton tidak ada lagi yang berhasil mencetak gol tambahan. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 untuk keunggulan The Citizens tidak berubah. Hasil ini, menjadi rekor yang diciptakan Manchester City karena menjadi tim pertama yang mampu melangkah ke final FA dalam empat musim beruntun. (*)


