Ditrinews.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas dalam operasi tempur besar-besaran yang terjadi pada Sabtu (28/02/2026) waktu setempat.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan Khamenei salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat. Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk mengambil kembali negaranya.
Sementara itu, juru bicara Bulan Sabit Merah di Iran, Mojtaba Khaledi, mengatakan bahwa sebanyak 201 orang meninggal dunia, dan 747 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel, serta 24 provinsi dari 31 provinsi di Iran juga telah diserang.
Media pemerintah Iran melaporkan, sedikitnya 85 orang tewas akibat serangan Amerika dan Israel yang menghantam sebuah sekolah dasar di Minab, wilayah selatan Iran. BBC belum dapat memverifikasi laporan tersebut.
Stasiun televisi pemerintah Iran telah mengumumkan 40 hari masa berkabung, dan tujuh hari libur nasional menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Saluran berita IRINN juga menayangkan foto foto Khamenei dengan lantunan ayat suci Al-Quran sebagai latar, disertai pita hitam di pojok kiri atas layar.
Penyiar membacakan pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) yang secara resmi mengkonfirmasi kematian Khamenei, dan menuding Amerika Serikat serta Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Dalam pernyataan itu, Khamenei disebut wafat sebagai martir yang akan menjadi awal dari kebangkitan dalam perjuangan melawan para penindas. Media pemerintah Iran juga telah melaporkan bahwa putri Khamenei, menantunya, serta seorang cucunya turut tewas dalam serangan tersebut.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan, bahwa Ayatollah Khamenei wafat pada Sabtu (28/02/2026) dini hari di kantornya. Saat terjadi serangan tersebut, Ayatollah Khamenei sedang menjalankan tugas. (*)



