Jakarta, ditrinews.com – Tanggal 1 Januari selama ini dikenal sebagai awal Tahun Baru berdasarkan kalender internasional yang paling banyak digunakan di dunia, yakni kalender Gregorian. Sistem penanggalan ini menjadi acuan resmi dalam aktivitas pemerintahan, ekonomi, dan perdagangan global.
Namun, tidak semua negara menjadikan 1 Januari sebagai momentum pergantian tahun. Sejumlah negara masih mempertahankan sistem penanggalan tradisionalnya, sehingga perayaan Tahun Baru berlangsung pada waktu yang berbeda.
1. China
Tahun Baru Imlek juga dikenal sebagai Festival Musim Semi yang jatuh pada bulan baru pertama antara akhir Januari dan Februari.
Perayaan meliputi reuni keluarga, pesta tradisional, amplop merah berisi uang, tarian singa, dan pertunjukan kembang api yang spektakuler. Festival ini berlangsung selama 15 hari, diakhiri dengan Festival Lentera.
2. Vietnam
Tết adalah hari raya terpenting, bertepatan dengan Tahun Baru Imlek. Perayaannya meliputi penghormatan kepada leluhur, memasak hidangan istimewa seperti bánh chưng, dan membersihkan rumah untuk mengusir nasib buruk.
3. India
Keragaman budaya dan agama di India menyebabkan perayaan Tahun Baru pada tanggal yang berbeda-beda tergantung pada wilayahnya. Misalnya:
Ugadi: Dirayakan di Andhra Pradesh, Telangana, dan Karnataka pada bulan Maret atau April.
Vaisakhi: Dirayakan pada bulan April oleh umat Sikh dan orang Punjabi.
Chaitra Navaratri: Juga disebut Tahun Baru Imlek Hindu, dirayakan pada hari pertama Chaitra, bulan pertama dalam kalender Hindu. Chaitra biasanya jatuh pada bulan Maret atau April, dan festival ini dirayakan di banyak bagian India.
Setiap perayaan diselaraskan dengan kalender lunisolar tradisional atau siklus pertanian.
4. Iran
Nowruz, yang menandai Tahun Baru Persia, sudah ada sejak lebih dari 3.000 tahun yang lalu dan bertepatan dengan ekuinoks musim semi.
Berakar pada tradisi Zoroastrianisme, Nowruz dirayakan dengan ritual seperti haft-seen , yaitu penataan meja dengan tujuh benda simbolis, dan bersih-bersih rumah untuk menyambut awal yang baru. Festival ini dirayakan tidak hanya di Iran tetapi juga di beberapa bagian Asia Tengah dan Timur Tengah.
5. Sri Lanka
Tahun Baru Sinhala dan Tamil bertepatan dengan perpindahan matahari dari Pisces ke Aries, menandai berakhirnya musim panen. Perayaan meliputi permainan tradisional, persiapan hidangan manis, dan ritual budaya yang melambangkan kemakmuran dan pembaharuan.
6. Thailand
Songkran, Tahun Baru Thailand, adalah festival nasional yang bertepatan dengan kalender surya tradisional. Dikenal dengan perayaan cipratan airnya, Songkran adalah waktu untuk pembersihan, pembaruan, dan pembuatan kebajikan. Orang-orang mengunjungi kuil, membersihkan patung Buddha, dan mengadakan pertemuan keluarga.
7. Nepal
Nepal menggunakan kalender Bikram Sambat, yang kira-kira 57 tahun lebih maju dari kalender Gregorian. Tahun Baru Nepal dirayakan dengan parade budaya, pesta, dan pertemuan. Bhaktapur dan Kathmandu menjadi tuan rumah beberapa perayaan yang paling meriah.
8. Negara-negara Islam
Negara-negara Islam seperti Arab Saudi dan Pakistan merayakan Tahun Baru Islam, atau Hijriah, yang menandai hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Perayaan ini jatuh pada hari pertama Muharram, bulan pertama dalam kalender Islam, dan biasanya ditandai dengan doa dan refleksi daripada pesta-pesta meriah.
9. Ethiopia
Etiopia menggunakan kalender Etiopia, yang didasarkan pada kalender Koptik dan selisihnya sekitar tujuh hingga delapan tahun dari kalender Gregorian. Enkutatash, atau Tahun Baru Etiopia, jatuh pada akhir musim hujan dan dirayakan dengan kebaktian gereja, musik tradisional, dan pesta.
Selain itu, tahun baru juga selalu menjadi momen istimewa untuk menutup lembaran lama dan membuka halaman baru dengan harapan, semangat, serta doa yang lebih tulus. Ucapan tahun baru bukan hanya sekadar tradisi, tapi juga cara untuk menyampaikan harapan yang tulus bagi diri sendiri maupun orang-orang terdekat.
Mulai dari kutipan bijak, doa menyentuh, hingga kata-kata motivasi, semuanya bisa menjadi penguat langkah untuk menyambut 2026 dengan penuh rasa syukur dan optimisme untuk dijadikan ucapan, caption media sosial (medsos), atau bahkan refleksi pribadi.
- Semoga tahun 2026 membawa keberanian baru, bukan hanya untuk bermimpi, tapi juga untuk mewujudkan semuanya tanpa ragu dan tanpa tunda.
- Tahun boleh berganti, tapi tekad untuk bertumbuh tak boleh mati. Mari mulai 2026 dengan semangat yang lebih tajam dari kemarin.
- Selamat tinggal luka lama, selamat datang harapan baru. 2026, izinkan aku memperbaiki yang tertinggal dan mensyukuri yang telah datang.
- Tahun baru bukan soal pesta dan kembang api, ia tentang lembaran baru, dan keberanian untuk menulis kisah yang lebih baik dari sebelumnya.
- Jangan hanya berharap 2026 menjadi baik, tapi jadilah alasan mengapa tahun ini terasa penuh arti bagi orang-orang di sekitarmu.
- 2026 adalah hadiah dari waktu. Buka dengan syukur, jalani dengan ikhlas, dan tutup dengan bangga karena kau pernah mencoba sekuat itu.
- Selamat datang 2026. Semoga tahun ini menjadi panggung di mana segala sabar kita akhirnya mendapat tepuk tangan.
- Doaku untuk 2026: semoga yang baik tetap dekat, yang buruk menjauh, dan yang belum datang akhirnya menemukan jalan.
- Tahun ini, jangan hanya berdoa minta yang besar. Minta juga hati yang lapang untuk menerima jika jalannya berbeda.
- Di 2026 ini, semoga kita diberi rezeki yang luas, sabar yang dalam, cinta yang utuh, dan langkah yang tidak pernah putus.
- Semoga di tahun ini, kita tak sekadar hidup—tapi benar-benar menjalani hidup dengan utuh dan sadar.
- Jangan menunggu Januari ke dua puluh untuk mulai berubah. Hari pertama 2026 cukup untuk meletakkan satu pijakan pertama.
- Tahun baru, bukan untuk melupakan masa lalu, tapi untuk menyambut masa depan dengan pelajaran yang lebih bijak.
- Mari kita hadapi 2026 dengan niat yang jernih, tekad yang kokoh, dan hati yang tak takut untuk mencoba lagi.
- Di tahun 2026 ini, semoga segala yang kita kejar, justru menemukan kita lebih dulu, karena kita telah siap menerimanya. (*)



